Kisah Nabi Yusuf AS Siapkan Persediaan Pangan untuk Hadapi Masa Paceklik 7 Tahun
Kisah Nabi Yusuf AS
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Kisah Nabi Yusuf AS tercatat dan diabadikan dalam Al-Qur'an. Termasuk ketika Nabi Yusuf AS menyiapkan pangan untuk menghadapi masa paceklik selama 7 tahun.Kisah ini diceritakan dalam Surah Yusuf, terutama ayat 43-49. Nabi Yusuf AS tidak hanya mampu menjelaskan makna mimpi sang raja, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengantisipasi krisis pangan.Nabi Yusuf AS menyarankan agar masyarakat tetap bercocok tanam selama tujuh tahun masa subur dan menyimpan sebagian besar hasil panen untuk menghadapi masa paceklik.
Dikutip dari buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur'an karya Adil Musthafa Abdul Halim, kisahnya bermula ketika raja Mesir mengalami mimpi yang membuatnya penasaran. Ia melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus. Dalam mimpi yang sama, raja juga melihat tujuh tangkai gandum hijau dan tujuh tangkai gandum kering.
Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Yusuf ayat 43. Allah SWT berfirman:
وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّي أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ ۖ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي رُؤْيَايَ إِنْ كُنْتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُونَ
Artinya: "Raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), 'Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus serta tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering. Wahai para pemuka kaum, jelaskanlah kepadaku tentang mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkannya!'" (QS Yusuf: 43).
Raja kemudian meminta para pembesar dan orang-orang yang dianggap memiliki pengetahuan untuk menjelaskan makna mimpinya. Namun, mereka tidak mampu memberikan penafsiran yang meyakinkan.Dalam buku Tafsir Mimpi, Ust. Mahmud asy-Syafrowi menuliskan, seorang peramal berkata, "Ini adalah hal yang cukup aneh, bagaimana sapi-sapi kurus dapat memakan sapi-sapi yang gemuk? Saya kira ini adalah kembang mimpi yang tidak ada artinya."Al-Qur'an merekam jawaban mereka dalam ayat 44. Mereka menganggap mimpi tersebut sebagai mimpi yang bercampur aduk dan mengakui tidak mengetahui takwilnya.
Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf ayat 44,
قَالُوٓا۟ أَضْغَٰثُ أَحْلَٰمٍ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ ٱلْأَحْلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ
Artinya: Mereka menjawab: "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta'birkan mimpi itu".Saat itulah pelayan istana yang pernah bertemu Nabi Yusuf AS di penjara teringat akan kemampuannya menafsirkan mimpi. Ia kemudian menyampaikan kepada raja bahwa Nabi Yusuf dapat memberikan penjelasan mengenai mimpi tersebut.
Nabi Yusuf AS Menafsirkan Mimpi Raja
Setelah mendapat kesempatan untuk menjelaskan mimpi raja, Nabi Yusuf AS menyampaikan bahwa mimpi itu merupakan gambaran tentang keadaan Mesir pada masa mendatang.Tujuh sapi gemuk dan tujuh tangkai gandum hijau menggambarkan tujuh tahun masa subur. Pada periode tersebut, masyarakat akan memperoleh hasil pertanian yang melimpah.
Sementara itu, tujuh sapi kurus dan tujuh tangkai gandum kering menjadi pertanda datangnya tujuh tahun masa sulit yang dapat menghabiskan persediaan pangan.Nabi Yusuf tidak berhenti pada penjelasan mengenai apa yang akan terjadi. Ia juga menyampaikan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar masyarakat mampu melewati masa krisis tersebut.
Dalam Surah Yusuf ayat 47, Allah SWT berfirman:
قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ
Artinya: "Dia (Yusuf) berkata, 'Hendaklah kamu bercocok tanam tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa. Kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan.'" (QS Yusuf: 47).Ayat tersebut menjelaskan strategi Nabi Yusuf untuk memanfaatkan masa subur sebaik-baiknya. Masyarakat diminta tetap menanam selama tujuh tahun berturut-turut, kemudian menyimpan hasil panen dan hanya mengambil sebagian kecil untuk kebutuhan konsumsi.
Dengan demikian, hasil pertanian pada masa berlimpah tidak langsung dihabiskan, melainkan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ketika produksi pangan menurun.
Tujuh Tahun Paceklik
Setelah menjelaskan langkah yang harus dilakukan selama tujuh tahun masa subur, Nabi Yusuf AS memperingatkan bahwa masa sulit akan datang sesudahnya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yusuf ayat 48:
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ
Artinya: "Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan." (QS Yusuf: 48).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa masa paceklik akan berlangsung selama tujuh tahun dan menghabiskan sebagian besar persediaan yang telah dikumpulkan sebelumnya. Karena itulah, persiapan pada masa subur menjadi sangat penting.
Nabi Yusuf AS juga menyampaikan kabar bahwa setelah masa paceklik berlalu, akan datang tahun ketika masyarakat kembali memperoleh pertolongan dan hasil pertanian.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yusuf ayat 49:
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
Artinya: "Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur)." (QS Yusuf: 49).Nabi Yusuf AS mengatakan kepada sang raja bahwa setelah masa paceklik akan datang tahun yang penuh dengan kebahagiaan. Tahun saat manusia mendapatkan karunia dengan banyaknya tanaman yang tumbuh dan melimpahnya air serta tumbuhan anggur-anggur yang mereka tanam.(Net/Hen)

Tulis Komentar